PALANGKA RAYA, Kalteng Digital – Kekhawatiran warga terhadap pohon besar yang berdiri terlalu dekat dengan rumah di kawasan Jalan Anggrek akhirnya mendapat penanganan cepat dari Tim BPK Kamboja, Minggu (10/5/2026).
Dua pohon berukuran besar yang dinilai berpotensi membahayakan bangunan rumah warga berhasil ditebang setelah sebelumnya dilaporkan mengganggu keamanan lingkungan sekitar.
Pohon pertama merupakan pohon matoa dengan tinggi sekitar 10 meter dan diameter pangkal batang mencapai 40 sentimeter. Sementara satu pohon lainnya berupa pohon nangka setinggi sekitar 12 meter dengan ukuran batang lebih besar, yakni sekitar 45 sentimeter di bagian pangkal.

Menurut pemilik rumah, keberadaan pohon tersebut sudah cukup lama membuat warga merasa waswas, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda kawasan permukiman. Selain dikhawatirkan tumbang, daun dan ranting pohon yang terus berguguran juga menyebabkan atap rumah cepat kotor dan lembab.
Dari hasil analisa di lokasi, posisi pohon memang berada sangat dekat dengan bangunan rumah dan pagar lingkungan warga. Beberapa cabang besar bahkan terlihat menjulur tepat di atas atap rumah sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan apabila patah sewaktu-waktu.
Dalam dokumentasi kegiatan, anggota BPK Kamboja tampak melakukan pemotongan batang pohon secara bertahap menggunakan mesin chainsaw. Salah satu personel terlihat memanjat pohon dengan bantuan tali pengaman untuk mengontrol arah jatuh batang agar tidak mengenai bangunan maupun kabel di sekitar lokasi.
Suasana gotong royong juga terlihat ketika warga sekitar ikut membantu membersihkan ranting dan batang pohon yang telah dipotong. Potongan kayu kemudian disusun di pinggir jalan agar tidak mengganggu akses lingkungan sekitar.
Ketua BPK Kamboja sekaligus Inspektur Muda Ahli Kebakaran, Sucipto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan sosial kepada masyarakat dalam mengantisipasi potensi bahaya di lingkungan permukiman.
“Kami menerima laporan warga yang khawatir pohon ini sewaktu-waktu roboh dan menimpa rumah. Setelah dilakukan pengecekan, memang perlu segera dilakukan penebangan,” ujarnya.

Sucipto menjelaskan penanganan pohon besar di area padat penduduk memerlukan perhitungan dan koordinasi yang matang agar proses evakuasi berjalan aman tanpa menimbulkan kerusakan tambahan.
“Karena posisi pohon dekat rumah dan kabel, pemotongan dilakukan perlahan dari bagian atas supaya lebih aman dan terkendali,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi pohon besar di sekitar rumah, terutama yang sudah tua, miring, atau memiliki cabang rapuh yang berisiko patah saat cuaca buruk.
“Kami berharap warga lebih peduli terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar. Pencegahan lebih baik sebelum terjadi musibah,” tutupnya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















