TAMIANG LAYANG, Kalteng Digital – Bupati Pemerintah Kabupaten Barito Timur, M Yamin, menegaskan pentingnya keterbukaan, koordinasi, dan kerja sama seluruh pihak dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Barito Timur.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin rapat sinkronisasi program sektor pertanian tahun 2026 sekaligus pembahasan pengelolaan bantuan pemerintah bagi para petani yang digelar di rumah jabatan Bupati Barito Timur, Rabu.
Menurut Yamin, forum sinkronisasi tersebut diharapkan mampu menjadi wadah untuk mencari solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para penyuluh pertanian maupun petani di lapangan.
“Jadi, saya berharap melalui forum sinkronisasi tersebut mampu melahirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan yang dihadapi para penyuluh maupun petani di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Barito Timur, Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah, jajaran TNI dari Kompi Pertanian Yonif 924/Uria Mapas, tim kerja penyuluh pertanian se-Barito Timur, hingga Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
Dalam kesempatan itu, Yamin juga mempersilakan seluruh peserta rapat untuk menyampaikan berbagai kendala maupun tantangan yang dihadapi dalam menjalankan program pertanian agar dapat dicarikan solusi bersama.
Ia menilai kemajuan sektor pertanian tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pihak, termasuk aparat TNI yang saat ini ikut terlibat mendukung penguatan sektor pertanian di daerah.
“Kita harus sama-sama mendukung. Penyuluh nantinya juga dibantu oleh TNI Kompi Pertanian. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan dari TNI, dapat memudahkan tugas penyuluh dan membantu para petani demi kebaikan kita bersama,” katanya.
Selain membahas sinkronisasi program, Bupati Bartim juga menyampaikan bahwa daerah tersebut memperoleh bantuan sembilan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian di wilayah Barito Timur.
Terkait proses penyaluran bantuan hibah alsintan, pemerintah daerah akan membahas mekanisme Berita Acara Serah Terima (BAST) bersama Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan, OPD terkait, serta calon penerima hibah pada minggu ketiga Mei 2026.
Di sisi lain, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur bersama tim kerja penyuluh juga diminta segera membentuk Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) di kecamatan yang belum memiliki kelembagaan tersebut.
Pembentukan UPJA mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2008 tentang Pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian sebagai upaya memperkuat pengelolaan alsintan serta meningkatkan pelayanan kepada petani.
Menurut Yamin, keberadaan UPJA sangat penting untuk memastikan bantuan alat pertanian dapat dikelola secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat petani.
Ia berharap melalui sinkronisasi program pertanian yang dilakukan secara terpadu, pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Barito Timur dapat berjalan lebih terarah dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Bartim.
“Saya berharap melalui sinkronisasi program ini, pembangunan sektor pertanian dapat berjalan lebih terarah, terpadu, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Bartim,” pungkasnya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















