JAKARTA, Kalteng Digital – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meminta perusahaan aplikasi transportasi online menurunkan potongan bagi pengemudi ojek online (ojol) hingga di bawah 10 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menilai potongan yang selama ini diterapkan oleh aplikator tidak sebanding dengan risiko kerja yang dihadapi para pengemudi di lapangan.
“Ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Aplikator minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen?” ujarnya di hadapan para buruh.
Pernyataan itu langsung mendapat respons dari peserta aksi yang mengusulkan agar potongan diturunkan menjadi 10 persen. Namun, Presiden menegaskan bahwa angka tersebut masih terlalu tinggi.
“Kalian minta 10 persen? Saya katakan saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen. Enak saja yang keringat ojol, aplikator yang dapat untung besar,” tegasnya.
Presiden juga memberikan peringatan terbuka kepada perusahaan aplikasi agar mengikuti kebijakan yang berpihak pada pekerja.
“Kalau tidak mau ikut aturan kita, tidak usah berusaha di Indonesia,” tandasnya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















