PALANGKA RAYA, Kalteng Digital – Demi mengantisipasi potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan warga, tim BPK Kamboja melakukan penebangan dan evakuasi sejumlah pohon mati di halaman barak kawasan Jalan Bukit Palangka Nomor 2, Kota Palangka Raya, Rabu (13/5/2026).
Pohon yang ditebang terdiri dari dua batang ketapang kencana dan tiga batang pohon jambu biji atau jambu kerutuk yang kondisinya sudah mati dan rapuh. Keberadaan pohon tersebut dinilai membahayakan karena berada dekat dengan kabel listrik sambungan rumah (SR), area parkir penghuni barak, serta jalur lalu lintas masyarakat.

Awalnya, tim BPK Kamboja hanya menerima laporan untuk melakukan survei terhadap kondisi pohon. Namun setelah dilakukan pemeriksaan langsung di lokasi, petugas memutuskan untuk segera melakukan penebangan karena pohon berpotensi tumbang sewaktu-waktu.
Dalam dokumentasi kegiatan, terlihat personel BPK Kamboja memanjat pohon untuk melakukan pemotongan secara bertahap agar proses evakuasi berjalan aman dan terkendali. Selain itu, petugas juga menggunakan tali pengaman untuk mengatur arah jatuh batang pohon agar tidak mengenai kabel listrik maupun bangunan di sekitar lokasi.
Ranting-ranting besar hasil penebangan kemudian dikumpulkan dan dibersihkan agar tidak mengganggu akses warga di sekitar barak.
Ketua BPK Kamboja sekaligus Inspektur Muda Ahli Kebakaran, Sucipto, mengatakan langkah cepat penanganan dilakukan demi menghindari risiko kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja, terutama saat cuaca buruk dan angin kencang.

“Pohon-pohon ini kondisinya sudah mati dan cukup rawan tumbang. Karena berada dekat kabel listrik dan jalan umum, maka langsung kami lakukan penanganan agar tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan pohon tua atau mati di lingkungan permukiman perlu menjadi perhatian bersama karena dapat menimbulkan risiko serius apabila tidak segera ditangani.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan pohon lapuk, miring, maupun ranting besar yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
“Kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan. Kalau ada pohon yang sudah berbahaya, sebaiknya segera dilaporkan supaya bisa cepat ditangani sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Proses penebangan berlangsung hingga malam hari dengan pengamanan penuh dari personel BPK Kamboja. Berkat koordinasi dan kerja sama tim, seluruh pohon berhasil ditebang dan dievakuasi dengan aman tanpa menimbulkan gangguan terhadap jaringan listrik maupun aktivitas warga sekitar.

Warga setempat pun menyampaikan apresiasi atas respon cepat yang dilakukan BPK Kamboja dalam menangani potensi bahaya tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPK Kamboja karena sudah membantu menebang pohon yang memang sangat dikhawatirkan bisa tumbang. Sekarang warga merasa jauh lebih aman,” ujar salah seorang penghuni barak.
Kegiatan tersebut kembali menunjukkan peran aktif BPK Kamboja tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga membantu masyarakat dalam mengantisipasi berbagai potensi bahaya di lingkungan permukiman Kota Palangka Raya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















