PALANGKA RAYA, Kalteng Digital – Pelaksanaan wisuda Universitas Muhammadiyah Palangka Raya yang dijadwalkan berlangsung di Kampus 2 pada Kamis (23/4/2026) menuai sorotan dari mahasiswa dan warganet.
Wisuda tersebut akan diikuti ratusan lulusan Program Pascasarjana XXII, Sarjana XXXV, dan Diploma XXV. Sejumlah pejabat dijadwalkan hadir, di antaranya Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo.
Selain itu, perwakilan dari kementerian juga diperkirakan hadir, yakni Mukhamad Najib.
Namun, polemik muncul terkait lokasi pelaksanaan yang dinilai kurang representatif untuk menampung seluruh undangan. Sejumlah calon wisudawan menyampaikan keberatan karena keterbatasan kapasitas ruangan.
Mereka menilai tidak semua orang tua dan keluarga dapat masuk ke dalam area wisuda. Informasi mengenai rencana pemasangan tenda di luar ruangan juga memicu perdebatan di media sosial.
Beberapa warganet membandingkan dengan pelaksanaan wisuda di kampus lain yang dinilai lebih mampu menampung seluruh peserta dan undangan dalam satu lokasi.
Komentar bernada kritik pun bermunculan, menyoroti pentingnya penyediaan tempat yang layak untuk momen wisuda yang dianggap sakral.
Meski demikian, wisuda tetap direncanakan berlangsung sesuai jadwal. Pihak kampus diharapkan dapat mengantisipasi berbagai kendala agar pelaksanaan berjalan lancar.
Di tengah perdebatan tersebut, sebagian pihak mengingatkan bahwa makna utama wisuda tetap terletak pada pencapaian akademik serta kebanggaan keluarga, bukan semata pada lokasi acara.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















