PALANGKA RAYA, Kalteng Digital – Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman meski sebelumnya sempat terjadi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya.
Saat ini, ketahanan stok BBM di Kalimantan Tengah disebut berada pada kisaran 8 hingga 11 hari ke depan dengan pasokan yang terus bergerak secara dinamis setiap hari.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, mengatakan stok Pertamax yang tersedia saat ini mencapai sekitar 1,17 juta liter. Sementara stok Pertalite berada di atas 3,3 juta liter dan Biosolar sekitar 2,17 juta liter.
Menurutnya, kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya pada Sabtu (9/5/2026) mulai menunjukkan penurunan setelah berbagai langkah percepatan distribusi dilakukan bersama pemerintah daerah dan pengelola SPBU.
“Kami telah turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengumpulkan seluruh pengelola SPBU untuk menyikapi situasi yang berkembang saat ini,” ujarnya.
Untuk membantu mengurai antrean, Pertamina bersama pengusaha SPBU kini mengoperasikan sejumlah SPBU selama 24 jam penuh agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat.
Selain memperpanjang jam operasional SPBU, distribusi BBM juga diperkuat melalui suplai dari Terminal BBM Pulang Pisau dan dukungan tambahan menggunakan skema Regular Alternative Emergency (RAE) dari Terminal BBM Banjarmasin.
Pertamina juga meningkatkan kesiapan armada distribusi dengan menyiagakan sekitar 54 persen mobil tangki guna melayani lebih dari 20 SPBU di Kota Palangka Raya dan sekitarnya.
“Kami berkomitmen bersama seluruh mitra untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan BBM dengan baik,” katanya.
Meski stok dipastikan aman, Pertamina tetap melakukan pemantauan terhadap pola konsumsi masyarakat dan menyesuaikan distribusi secara fleksibel sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.
Terkait penyebab antrean panjang yang terjadi sebelumnya, pihak Pertamina masih melakukan evaluasi internal. Namun salah satu faktor yang dinilai memicu kondisi tersebut adalah meningkatnya kepanikan masyarakat sehingga terjadi pembelian BBM secara berlebihan dalam waktu bersamaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying karena stok BBM sebenarnya tersedia dan aman,” jelas Isfahani.
Sementara itu, kebijakan operasional SPBU selama 24 jam disebut akan terus diberlakukan secara tentatif hingga kondisi distribusi dan antrean kendaraan di Kota Palangka Raya maupun wilayah lain di Kalimantan Tengah kembali normal sepenuhnya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















