PALANGKA RAYA, Kalteng Digital – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mulai menyusun kebutuhan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Kebijakan ini membuka peluang baru bagi masyarakat yang ingin berkarier di lingkungan birokrasi.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa kebutuhan aparatur di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) masih cukup tinggi. Kekurangan tenaga dinilai berdampak pada belum optimalnya pelayanan kepada masyarakat.
“Masih banyak OPD yang membutuhkan tambahan tenaga kerja. Karena itu, kita akan mengusulkan formasi sesuai kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Meski membuka peluang luas, Pemko menegaskan bahwa pengusulan formasi akan difokuskan pada sektor strategis, khususnya pendidikan dan kesehatan. Dua sektor ini dinilai menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
“Kita arahkan ke sektor pelayanan dasar, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan,” jelasnya.
Zaini juga mengingatkan bahwa peluang ini harus diimbangi dengan kesiapan yang matang dari para pelamar. Ia menegaskan bahwa seleksi CPNS akan berlangsung ketat dan kompetitif.
“Persaingan pasti tinggi. Karena itu, calon pelamar harus benar-benar mempersiapkan diri sejak dini,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa proses rekrutmen akan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, sehingga memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta.
“Tidak ada ruang untuk praktik kecurangan. Semua berjalan sesuai aturan,” tambahnya.
Bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Palangka Raya, kebijakan ini menjadi kesempatan strategis untuk bergabung sebagai ASN sekaligus berperan dalam pembangunan daerah.
Dengan perencanaan formasi yang matang, Pemko berharap rekrutmen CPNS 2026 mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Palangka Raya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















