PALANGKA RAYA, Kalteng Digital – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyoroti munculnya imbauan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di KOTA PALANGKA RAYA dalam beberapa hari terakhir.
Imbauan yang dikeluarkan Pemerintah Kota PALANGKA RAYA itu berisi pembatasan pembelian BBM di SPBU dan sempat menjadi perhatian masyarakat di tengah kondisi antrean yang terus mengular.
Menanggapi hal tersebut, Agustiar menilai persoalan utama seharusnya bukan pada pembatasan atau imbauan kepada masyarakat, melainkan memastikan distribusi BBM subsidi benar-benar diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat umum.
“Nah ini kami lagi memanggil pihak-pihak terkait ya. Harusnya itu seperti himbauan-himbauan dari wali kota, harusnya itu enggak ada,” ujarnya saat dimintai tanggapan terkait antrean BBM di Kalimantan Tengah.
Menurut Agustiar, berdasarkan penjelasan normatif dari Pertamina Patra Niaga, stok BBM untuk wilayah Kalimantan Tengah sebenarnya masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, pemerintah provinsi meminta pola distribusi BBM di SPBU diatur kembali agar kendaraan masyarakat lebih diprioritaskan dibanding kendaraan industri, khususnya pada jam-jam sibuk di pagi hingga siang hari.
“Kami meminta kepada Pertamina, kalau dari pagi itu dilayani dulu yang subsidi dulu, masyarakat luas dulu, baru yang industri dari sore sampai malam,” katanya.
Agustiar menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kini terus memantau langsung kondisi distribusi BBM di lapangan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait lainnya.
Menurutnya, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa karena sudah mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama pengguna kendaraan yang bergantung pada BBM subsidi.
Meski demikian, gubernur tetap meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Ia memastikan stok BBM subsidi di Kalimantan Tengah sejauh ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Yang subsidi masih harusnya mencukupi,” pungkasnya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















