PALANGKA RAYA â Kelangkaan minyak goreng bersubsidi Minyakita yang dilaporkan terjadi di sejumlah titik penjualan di Kota Palangka Raya menjadi perhatian pemerintah daerah. Keterbatasan pasokan tersebut sempat memicu kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dan dikeluhkan masyarakat.
Sejumlah pedagang mengaku distribusi Minyakita tidak berlangsung secara rutin. Stok yang datang ke pasar sering kali terbatas dan cepat habis karena tingginya permintaan masyarakat. Akibatnya, sebagian konsumen terpaksa beralih ke minyak goreng merek lain yang dijual dengan harga lebih tinggi.
Meski demikian, Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan harga Minyakita secara umum masih berada dalam batas wajar dan relatif terkendali. Hal itu berdasarkan hasil pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan hasil sidak menunjukkan harga Minyakita masih mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
âKalau Minyakita sebenarnya tidak ada masalah. Harga kita saat ini berdasarkan hasil sidak di pasar. HET-nya Rp15.700. Pada tanggal 5 sempat ada kenaikan sedikit sekitar Rp16.000, tetapi saat ini sudah kembali stabil,â ujarnya, Senin (8/6/2026).
Menurut Zaini, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga bahan pokok guna memastikan stabilitas pasar tetap terjaga. TPID juga rutin turun ke lapangan untuk mengantisipasi potensi gejolak harga maupun gangguan distribusi.
Selain melakukan pengawasan, Pemko Palangka Raya juga mendorong perbaikan sistem distribusi Minyakita agar pasokan dapat lebih cepat dan merata sampai ke tingkat pedagang maupun konsumen.
âKalau Minyakita ini berkaitan dengan Bulog. Kita ingin memutus rantai pasokan agar distribusinya bisa lebih langsung ke pasar sehingga harga tetap stabil dan masyarakat lebih mudah mendapatkannya,â katanya.
Meski harga Minyakita dinilai masih terkendali, pemerintah mengakui beberapa komoditas lain masih mengalami fluktuasi harga. Di antaranya bawang merah, ikan, serta sejumlah jenis sayuran yang dipengaruhi kondisi pasokan dan distribusi.
Karena itu, Pemko Palangka Raya akan terus memperkuat pengawasan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok di pasaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Melalui koordinasi bersama TPID, distributor, dan instansi terkait, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga di tengah dinamika pasokan yang terjadi di lapangan
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















