SAMPIT, Kalteng Digital â Tingginya jumlah pengaduan terkait aktivitas digital yang berasal dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kotim. Dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 482 aduan digital yang dilaporkan masyarakat, menempatkan Kotim sebagai daerah dengan jumlah pengaduan tertinggi kedua di Kalimantan Tengah setelah Kota Palangka Raya.
Data yang diterima Pemerintah Kabupaten Kotim dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut menjadi indikator bahwa masih banyak masyarakat yang menghadapi berbagai risiko dan persoalan saat beraktivitas di ruang digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan tingginya angka pengaduan tersebut menunjukkan perlunya peningkatan literasi digital di tengah masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan perkembangan teknologi informasi.
âBerdasarkan data yang kami terima dari OJK, selama Januari sampai Februari 2026 terdapat 482 aduan online yang berasal dari Kotim. Jumlah ini merupakan yang terbesar kedua di Kalimantan Tengah setelah Palangka Raya,â ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Menurut Cok Orda, tingginya angka laporan tersebut tidak bisa dianggap sebagai hal biasa. Sebab, kondisi itu mencerminkan masih tingginya tingkat kerentanan masyarakat terhadap berbagai dampak negatif aktivitas digital, mulai dari penyebaran informasi palsu, penipuan daring, hingga berbagai bentuk kejahatan siber lainnya.
âIni menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat terhadap dampak negatif aktivitas digital masih cukup tinggi dan perlu menjadi perhatian bersama,â katanya.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat memang memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut juga menghadirkan berbagai risiko yang harus diantisipasi oleh masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Diskominfo terus berupaya memperluas program edukasi dan literasi digital agar masyarakat memiliki kemampuan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.
Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah peningkatan peran relawan digital yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan digital dan penggunaan internet yang sehat.
Melalui keterlibatan relawan digital, masyarakat diharapkan lebih memahami cara mengenali berbagai modus kejahatan siber, melindungi data pribadi, serta mampu memilah informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya.
âPeningkatan jumlah aduan ini menjadi catatan bagi kami untuk terus memperkuat literasi digital masyarakat melalui berbagai program edukasi yang berkelanjutan,â jelasnya.
Selain tingginya jumlah aduan digital, Diskominfo juga mencermati perubahan pola interaksi masyarakat yang kini semakin bergantung pada perangkat teknologi, khususnya telepon pintar.
Menurut Cok Orda, penggunaan gawai yang semakin intens telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Interaksi secara langsung yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial kini mulai tergantikan oleh komunikasi melalui berbagai aplikasi digital.
âSaat ini sebagian besar aktivitas komunikasi dilakukan melalui handphone. Interaksi tatap muka yang dulu lebih dominan mulai berkurang karena masyarakat semakin akrab dengan penggunaan gadget,â ujarnya.
Meski teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, masyarakat tetap diingatkan untuk tidak menerima begitu saja setiap informasi yang beredar di internet.
Ia menekankan pentingnya budaya verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Langkah sederhana tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu kesalahpahaman bahkan konflik di tengah masyarakat.
âSetiap informasi yang diterima harus dicek terlebih dahulu sumber dan kebenarannya. Jangan mudah percaya atau langsung membagikan informasi yang belum jelas. Sikap kritis menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi era digital saat ini,â tegasnya.
Diskominfo Kotim berharap melalui penguatan literasi digital, masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, terlindungi dari berbagai ancaman dunia maya, serta mampu menjadikan ruang digital sebagai sarana yang produktif dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















