PALANGKA RAYA, Kalteng Digital – Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dari petani selama musim panen guna menjaga ketahanan pangan daerah.
Pimpinan Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan produksi, terutama saat musim kemarau.
“Penyerapan kami lakukan semaksimal mungkin agar stok tetap aman jika terjadi gangguan produksi akibat faktor alam,” ujarnya, Kamis.
Ia menjelaskan, pada 2026 Bulog Kalteng menargetkan penyerapan beras sebanyak 15.800 ton. Hingga April, realisasi telah mencapai sekitar 5.100 ton atau sekitar 32 persen dari target.
Menurutnya, momentum musim panen dimanfaatkan untuk memperkuat cadangan pangan yang nantinya digunakan saat produksi menurun.
“Stok yang tersimpan di gudang akan menjadi cadangan ketika produksi terganggu,” tambahnya.
Selain itu, Bulog Kalteng memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program bantuan pangan pemerintah.
Pada periode Februari hingga Mei 2026, Bulog kembali dipercaya oleh Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan di Kalimantan Tengah.
Jumlah penerima bantuan mencapai sekitar 205 ribu orang dengan total penyaluran berupa beras sekitar 4.100 ton dan minyak goreng sekitar 800 ribu liter.
Penyaluran bantuan yang semula dijadwalkan Februari hingga Maret diperpanjang hingga Mei akibat adanya kendala teknis di lapangan.
Di sisi lain, Bulog Kalteng juga mendapat dukungan untuk pembangunan infrastruktur pascapanen guna memperkuat sistem penyimpanan pangan.
Pembangunan tersebut direncanakan berlangsung di tiga kabupaten, yakni Kapuas, Barito Timur, dan Pulang Pisau, sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah





