PALANGKA RAYA, Kalteng Digital – Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kalimantan Tengah hingga kini belum menerima petunjuk teknis terkait rencana distribusi sepeda motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Regional/Koordinator BGN Kalteng, Elisa Agustino, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat mengenai penyaluran kendaraan tersebut. Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri Rakorda Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Aula Jayang Tingang, Rabu (29/4/2026).
Menurut Elisa, pengadaan motor listrik merupakan bagian dari program pemerintah pusat dalam tahun anggaran 2025. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian terkait jadwal penyaluran maupun mekanisme distribusinya ke daerah.
Ia menambahkan, belum diketahui apakah seluruh wilayah akan menerima bantuan tersebut atau hanya daerah tertentu yang menjadi prioritas.
Meski sempat menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tanggapan, Elisa menilai program ini tetap memiliki nilai positif, khususnya dalam mendukung operasional SPPG di wilayah dengan akses terbatas.
“Motor listrik ini berpotensi membantu mobilitas layanan, terutama di daerah 3T yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Saat ini, BGN Kalteng masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari pemerintah pusat, termasuk jumlah unit yang akan didistribusikan serta skema penyalurannya.
Sebagaimana diketahui, rencana pengadaan motor listrik oleh BGN sempat menjadi sorotan karena jumlahnya yang mencapai puluhan ribu unit dengan nilai anggaran besar. Kendaraan tersebut ditujukan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Hingga kini, realisasi distribusi ke daerah masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















