SAMPIT, Kalteng Digital – Kepemimpinan di Kecamatan Baamang resmi berganti. Jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Baamang kini diemban Yudi Aprianur, menggantikan Oktav Pahlevi, dalam serah terima jabatan yang berlangsung pada Senin (4/5/2026).
Pergantian ini merupakan bagian dari mekanisme administratif pemerintahan guna memastikan kesinambungan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tingkat kecamatan.
Asisten I Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur, Waren, menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam birokrasi. Menurutnya, langkah ini penting agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Serah terima jabatan adalah proses yang biasa dalam pemerintahan. Tujuannya agar pelayanan tetap berjalan maksimal dan lebih terarah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kapasitas pejabat baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Baamang.
“Kami optimistis Plt yang baru memiliki kemampuan dan komitmen untuk menjalankan tugas dengan baik, serta mampu membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Waren berharap kepemimpinan baru dapat mendorong percepatan pembangunan di Baamang yang merupakan salah satu kawasan strategis di Sampit.
“Harapan kami, ada semangat dan komitmen baru untuk meningkatkan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Yudi Aprianur menyampaikan bahwa penunjukannya sebagai Plt Camat bersifat sementara, dengan masa tugas selama tiga bulan hingga pejabat definitif dilantik.
“Sesuai SK, saya ditugaskan selama tiga bulan untuk mengisi kekosongan jabatan sampai adanya camat definitif,” jelasnya.
Dalam masa tugasnya, Yudi menegaskan akan melanjutkan program-program yang telah berjalan sebelumnya agar pelayanan kepada masyarakat tetap stabil dan berkelanjutan.
“Saya akan meneruskan program yang sudah ada, sehingga tidak terjadi kekosongan pelayanan hingga nanti pejabat definitif menjabat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Baamang. Meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan kecamatan, pihaknya berkomitmen untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami akan mengajak masyarakat kembali menghidupkan budaya gotong royong, agar lingkungan tetap terjaga dan risiko banjir bisa diminimalkan,” pungkasnya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















