PALANGKA RAYA, Kalteng Digital â Permainan tradisional Balogo turut memeriahkan rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 dalam peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Lomba permainan rakyat khas masyarakat Dayak tersebut diikuti peserta putra dan putri dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah. Selain menjadi ajang kompetisi budaya, kegiatan itu juga menjadi upaya menjaga warisan permainan tradisional agar tetap dikenal generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
Koordinator Juri Lomba Balogo, Pranata menjelaskan sistem penilaian lomba dilakukan berdasarkan ketepatan peserta dalam menjatuhkan logo lawan di arena permainan.
Menurutnya, nilai tertinggi diberikan kepada pemain yang mampu menjatuhkan sasaran langsung dari garis awal permainan.
Untuk kategori putra, perlombaan diikuti peserta dari sepuluh kabupaten, sedangkan kategori putri diikuti sebelas kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
âIni sangat penting sekali, terutama sekarang kita masuk di dunia teknologi. Generasi muda kita kecenderungannya lebih kepada permainan gadget. Dengan adanya permainan ini kita harapkan generasi muda kita juga ikut melestarikan permainan rakyat yang sudah turun-temurun dilaksanakan oleh nenek moyang kita di Kalimantan Tengah,â ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Suasana perlombaan berlangsung meriah dengan dukungan para pendukung dari masing-masing daerah yang memadati arena pertandingan.
Para peserta tampak serius menunjukkan kemampuan membidik logo lawan menggunakan teknik khas permainan Balogo yang membutuhkan ketepatan dan konsentrasi tinggi.
Salah satu peserta dari tim putri Kota Palangka Raya, Krista mengaku dirinya bersama tim telah melakukan persiapan sejak jauh hari sebelum mengikuti perlombaan tersebut.
Menurutnya, permainan Balogo tidak hanya mengandalkan kekuatan semata, tetapi juga membutuhkan teknik khusus dalam mengarahkan sasaran serta kekompakan antaranggota tim.
âKalau masalah main Balogo, kita ada tekniknya. Untuk cara membidik logo itu khusus. Jadi kalau kita hanya mengandalkan kekuatan tidak bisa, harus ada tekniknya juga,â ucapnya.
Ia berharap permainan tradisional seperti Balogo tetap dilestarikan dan semakin dikenal oleh anak muda di Kalimantan Tengah.
Melalui perlombaan tersebut, panitia dan peserta berharap permainan tradisional Balogo tidak hanya menjadi hiburan dalam festival budaya, tetapi juga mampu menjadi bagian dari identitas budaya Dayak yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
FBIM sendiri menjadi agenda budaya tahunan terbesar di Kalimantan Tengah yang menghadirkan berbagai perlombaan seni, budaya, olahraga tradisional, hingga promosi budaya lokal dari seluruh kabupaten dan kota di Bumi Tambun Bungai.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















