Breaking News
Anak TK di Sampit Belajar Stek Daun dan Cintai Lingkungan Sejak Dini

Anak TK di Sampit Belajar Stek Daun dan Cintai Lingkungan Sejak Dini

Siap diputar

SAMPIT, Kalteng Digital – Anak-anak TK Aisyiyah 1 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dikenalkan metode stek daun melalui kegiatan pembelajaran luar sekolah hasil kolaborasi dengan SMAS Muhammadiyah Sampit.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan teknik budidaya tanaman ramah lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.

Akademisi sekaligus peneliti yang aktif di SMAS Muhammadiyah Sampit, Dr. Joni mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih menyenangkan.

“Kegiatan ini menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan teknik budidaya tanaman yang ramah lingkungan dan minim sampah,” ujarnya di Sampit, Kamis (28/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajarkan menanam menggunakan metode stek daun, stek batang, hingga teknik pruning atau pemangkasan tanaman agar pertumbuhan lebih maksimal.

Berbagai jenis tanaman digunakan dalam praktik pembelajaran, mulai dari jambu air, ulin, manggis, kayu manis hingga tanaman hoya yang dikenal sebagai bunga hutan menyerupai anggrek.

Menurut Dr. Joni, metode stek daun dinilai menarik bagi anak-anak karena dianggap seperti permainan baru sekaligus membantu melatih kemampuan motorik mereka.

“Anak-anak terlihat senang karena metode stek daun menjadi pengalaman baru bagi mereka,” katanya.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan lanjutan program pembelajaran sebelumnya yang telah dilakukan sekitar dua pekan lalu.

Pada kegiatan pertama, anak-anak dikenalkan cara menanam menggunakan biji dan stek pucuk, sedangkan pada kegiatan kedua mereka mulai belajar stek daun dan stek batang.

Selain memberikan pengalaman belajar baru, metode stek daun juga dinilai memiliki manfaat bagi lingkungan karena mampu meminimalkan sampah organik.

Daun yang tidak digunakan masih dapat dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk alami, bahkan bahan minuman herbal seperti daun kayu manis.

Dr. Joni menambahkan metode stek daun telah lama dikembangkan di SMAS Muhammadiyah Sampit dan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.

Sementara itu, Kepala TK Aisyiyah 1 Sampit, Misda Masitah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran luar kelas agar anak-anak lebih dekat dengan alam dan lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah semua anak senang belajar cara stek daun dan stek batang,” ujarnya.

Menurut Misda, pihak sekolah berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa cinta lingkungan dan kepedulian terhadap alam sejak dini.

“Harapannya anak-anak semakin mencintai alam ciptaan Allah dan selalu menjaga lingkungan,” tuturnya.

Selain belajar stek tanaman, TK Aisyiyah 1 Sampit juga rutin mengajak anak-anak mengikuti pembelajaran luar sekolah seperti berkunjung ke taman kota dan taman bunga sebagai sarana edukasi lingkungan.

ChatGPT Image 10 Mei 2026, 16.26.46
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 01.26.57
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 03.37.52
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 04.11.04
ChatGPT Image 20 Mar 2026, 23.47.58
Selamat Hari Pers
Selamat Hari Pers 1
Selamat Hari Pers 2
Selamat Hari Pers 3
Selamat Hari Pers 4
Selamat Hari Pers 5
Selamat Hari Pers 6
Selamat Hari Pers 7
Selamat Hari Pers 10
Ads banner hadder
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online KALTENG DIGITAL!!
Home Terbaru Cari Kategori Info

📂 KATEGORI BERITA

â„šī¸ INFO REDAKSI

```
```