MUARA TEWEH, Kalteng Digital â Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Utara menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan profesionalisme juru sembelih halal di daerah setempat.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Shiratal Mustaqim Muara Teweh tersebut diikuti lebih dari 170 peserta dari unsur MUI kabupaten dan kecamatan, Dewan Masjid Indonesia, pengurus Juleha, takmir masjid, mushalla, langgar, hingga panitia ibadah kurban.
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barito Utara, Eveready Noor, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap produk halal terus meningkat sehingga keberadaan juru sembelih halal yang kompeten menjadi sangat penting.
âDi tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya produk halal, peran seorang juru sembelih halal menjadi sangat vital. Tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman agama dan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugasnya,â ujarnya saat membuka kegiatan, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal sekaligus mendukung standardisasi dan sertifikasi juru sembelih halal sesuai regulasi nasional maupun internasional.
Selain memahami syariat Islam terkait tata cara penyembelihan hewan, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai higienitas dan prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare.
âKegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang penyembelihan halal, sehingga mampu mendukung terwujudnya produk halal yang terpercaya dan berdaya saing,â katanya.
Sementara itu, Ketua MUI Barito Utara, Rusmadi Darsani, menjelaskan penyembelihan hewan kurban bukan sekadar proses memotong hewan, tetapi bagian dari ibadah yang memiliki ketentuan syariat dan titik kritis halal-haram.
âPenyembelihan harus dilakukan dengan menyebut nama Allah, menggunakan alat yang tajam, serta dilaksanakan dengan cara yang baik atau ihsan,â ujarnya.
Rusmadi menegaskan kehalalan daging kurban tidak hanya ditentukan oleh jenis hewannya, tetapi juga sangat bergantung pada proses penyembelihan yang benar sesuai syariat Islam.
Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal dalam proses penyembelihan untuk menjaga kualitas daging yang dihasilkan.
Selain itu, peserta pelatihan juga diberikan pemahaman terkait etika kesejahteraan hewan, seperti tidak mengasah pisau di depan hewan kurban dan tidak melakukan penyembelihan di hadapan hewan lain.
Pelatihan Juleha tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari Dewan Pimpinan Pusat Juleha Indonesia, DPW Juleha Kalimantan Tengah, dokter hewan, hingga Komisi Fatwa MUI Kabupaten Barito Utara.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah















