PURUK CAHU, Kalteng Digital β Kabupaten Murung Raya tercatat sebagai daerah dengan capaian cakupan imunisasi terendah di Kalimantan Tengah pada tahun 2025. Angkanya hanya mencapai sekitar 37 persen, masih jauh dari target nasional yang ditetapkan sebesar 85 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya, dr. Suwirman Hutagalung, membenarkan bahwa capaian imunisasi di daerah tersebut mengalami penurunan sepanjang 2025.
Menurutnya, rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya keterbatasan tenaga kesehatan, tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah, serta belum optimalnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Suwirman menjelaskan, saat ini terdapat berbagai jenis vaksin yang harus diberikan kepada anak pada periode imunisasi. Setiap vaksin memiliki reaksi tertentu, salah satunya demam, yang kerap membuat orang tua khawatir.
βPadahal demam setelah imunisasi merupakan reaksi dari vaksin yang tidak berlangsung lama dan hal ini sangat wajar terjadi. Namun karena hal tersebut banyak orang tua menjadi takut sehingga kesadaran imunisasi berkurang,β ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Pihak Dinas Kesehatan Murung Raya, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk melalui sosialisasi serta pemberian reward kepada orang tua yang membawa anaknya mengikuti imunisasi.
Namun upaya tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan cakupan imunisasi.
Selain itu, tim imunisasi juga melakukan strategi jemput bola ke sejumlah wilayah, termasuk desa-desa terpencil. Meski demikian, di beberapa lokasi masih ditemukan penolakan dari warga saat pelaksanaan imunisasi.
Suwirman menyebutkan tingkat kesadaran imunisasi relatif lebih tinggi di wilayah dengan jumlah penduduk lebih besar, seperti Kecamatan Murung, Kecamatan Laung Tuhup, Desa Mangkahui, dan Desa Soripoi.
Ia menambahkan, fasilitas pelayanan seperti Posyandu sebenarnya telah tersedia di setiap desa, bahkan beberapa desa memiliki dua Posyandu untuk memudahkan akses masyarakat.
βPosyandu itu tersebar di setiap desa, bahkan ada dua Posyandu di wilayah desa yang lebih besar agar memudahkan masyarakat,β jelasnya.
Selain faktor kesadaran masyarakat, pada tahun 2025 juga terjadi kekosongan tenaga kesehatan akibat penghentian tenaga kontrak. Namun pada Desember 2025 tenaga kesehatan tersebut telah diangkat kembali.
Dengan adanya penambahan tenaga kesehatan tersebut, Suwirman optimistis cakupan imunisasi di Murung Raya pada tahun 2026 dapat meningkat.
Ia juga berharap melalui surat edaran Bupati Murung Raya, seluruh lintas sektor dapat bekerja sama dalam meningkatkan cakupan imunisasi, termasuk peran camat dan kepala desa dalam mengajak masyarakat membawa anaknya untuk diimunisasi.
βKami menargetkan tahun 2026 cakupan imunisasi bisa lebih maksimal melalui berbagai strategi dan program yang telah disusun, termasuk tetap memberikan reward bagi orang tua yang menuntaskan imunisasi anaknya,β pungkasnya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah





