PALANGKA RAYA, Kalteng Digital — Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, wilayah Kalimantan Tengah masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Anton, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena Kalimantan Tengah saat ini masih berada dalam periode musim hujan.
“Untuk wilayah Kalimantan Tengah, potensi curah hujan ringan hingga sedang masih ada. Hal ini karena saat ini masih berada pada musim hujan, dan bulan Maret termasuk periode dengan curah hujan yang cukup tinggi,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Menurut Anton, kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga memasuki masa peralihan menuju musim kemarau yang biasanya terjadi pada April hingga Mei.
Ia menjelaskan, musim kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan mulai terjadi secara bertahap di sejumlah wilayah.
“Untuk wilayah Kalimantan Tengah, musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada akhir Mei di wilayah Kapuas. Kemudian secara bertahap seluruh wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan memasuki musim kemarau pada pertengahan Juni,” jelasnya.
Di sisi lain, kondisi cuaca ini juga perlu menjadi perhatian masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik menjelang Lebaran.
Anton mengatakan BMKG secara rutin memberikan informasi kondisi cuaca kepada sektor penerbangan, terutama terkait proses lepas landas maupun pendaratan pesawat.
“Untuk penerbangan, baik saat take-off maupun landing, informasi cuaca dari BMKG selalu kami sampaikan secara rutin,” katanya.
Informasi tersebut tidak hanya mencakup kondisi cuaca umum, tetapi juga potensi gangguan lain yang dapat memengaruhi aktivitas penerbangan.
Anton juga menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem di Kalimantan Tengah dapat terjadi hampir merata karena kondisi geografis wilayah yang relatif datar.
“Cuaca ekstrem biasanya dipicu oleh perbedaan suhu yang cukup signifikan. Kondisi ini dapat memicu terbentuknya awan cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang,” jelasnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama menjelang masa peralihan musim atau pancaroba.
“Biasanya pada masa transisi atau pancaroba, potensi cuaca ekstrem bisa lebih sering terjadi. Untuk bulan Maret ini hujan lebat yang datang tiba-tiba disertai angin masih berpotensi terjadi,” pungkasnya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah





