SAMPIT, Kalteng Digital – Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Komisi V DPR RI melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan layanan transportasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai moda transportasi yang digunakan masyarakat selama periode mudik Lebaran dapat memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN, Muhammad Syauqie, mengatakan bahwa pihaknya melakukan monitoring di sejumlah simpul transportasi utama di Kotim, antara lain Pelabuhan Sampit, Bandara H Asan Sampit, serta Terminal Patih Rumbih, pada Senin (16/3/2026).
Menurutnya, kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas transportasi yang digunakan masyarakat selama arus mudik Lebaran telah siap melayani penumpang.
“Kami dari Komisi V DPR RI datang untuk memonitor angkutan Lebaran dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai dengan standar pelayanan minimal,” ujarnya.
Dalam peninjauan di Pelabuhan Sampit, Syauqie menyoroti kesiapan kapal penumpang yang akan mengangkut masyarakat menuju berbagai daerah di Pulau Jawa, khususnya menjelang puncak arus mudik.
Ia menyebutkan bahwa proses pelayanan penumpang di pelabuhan tersebut sejauh ini berjalan tertib dan terorganisir dengan baik.
“Dengan jumlah penumpang sekitar 1.400 orang yang akan naik kapal, semuanya sudah tertata dengan baik sebelum waktu keberangkatan. Kami juga mengecek langsung kondisi di dalam kapal dan semuanya dalam keadaan aman,” jelasnya.
Selain kondisi kapal, pihaknya juga memantau fasilitas yang disediakan oleh operator kapal serta pengelola pelabuhan guna memastikan kenyamanan para pemudik.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan oleh pihak terkait sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Fasilitas dari Pelni sudah bagus, pelayanan dari Pelindo juga berjalan baik, dan KSOP sebagai otoritas pelabuhan memastikan seluruh proses berjalan lancar,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kualitas pelayanan tersebut tidak hanya optimal pada saat peninjauan saja, tetapi dapat terus dipertahankan hingga berakhirnya masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Harapannya bukan hanya hari ini saja, tetapi sampai arus balik nanti pelayanan tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.
Selain memantau transportasi laut, Komisi V DPR RI juga melakukan pengecekan terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi jalur utama perjalanan masyarakat di Kalimantan Tengah.
Syauqie mengungkapkan bahwa pihaknya turut meninjau kondisi jalan dari Palangka Raya menuju Sampit, yang menjadi salah satu jalur transportasi darat penting bagi masyarakat.
“Kami juga melihat langsung kondisi jalan dari Palangka Raya ke Sampit. Sejauh ini jalannya cukup baik dan tidak ditemukan lubang yang berpotensi mengganggu perjalanan pemudik,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan posko pelayanan dan rest area bagi pemudik juga menjadi perhatian dalam kegiatan pemantauan tersebut.
Fasilitas tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang keselamatan serta kenyamanan masyarakat selama melakukan perjalanan mudik.
“Kami memastikan posko dan rest area yang disiapkan oleh mitra kerja tersedia sesuai dengan arahan kementerian dan lembaga terkait,” katanya.
Melalui pemantauan tersebut, Komisi V DPR RI berharap koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran dapat terus diperkuat.
Dengan koordinasi yang baik, diharapkan berbagai potensi gangguan perjalanan maupun kecelakaan dapat diminimalkan selama masa mudik.
“Mudah-mudahan kita bisa mencapai zero insiden dan angka kecelakaan dapat kita turunkan selama masa mudik Lebaran,” pungkasnya.
KALTENG DIGITAL | Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah Berita Digital Masyarakat Kalimantan Tengah





